Kamis, 21 Januari 2010

Pandangan Tentang Kedewasaan

Kerap kali orang-orang salah kaprah menilai kedewasaan seseorang. Selalu saja batasan umurlah yang menjadi patokannya. Saya pun sampai sekarang masih dibuat bingung tentang arti kata “Dewasa” itu sendiri. Apa arti harfiah yang sebenarnya tentang dewasa? Lantas factor-faktor apa saja yang pada dasarnya melandasi kedewasaan seseorang? Sikap, sifat, kebiasaan, atau hanya umur?

Terkadang seseorang yang berumur sudah hampir kepala 3 terlihat tidak dewasa. Itu terlihat dari cara pandang mereka tentang apa yang sedang dihadapinya dan tingkah laku mereka yang tak layak, persis seperti anak-anak umur 10 tahun. Akan tetapi adapun seseorang yang berumur lebih muda, namun pikiran, cara pandang, serta sikap mereka jauh lebih layak dikatakan dewasa dibandingkan dengan seseorang yang berumur lebih tua darinya.

Pernah saya mendengar sebuah wacana dari salah satu media elektronik bahwa di dalam diri setiap insan manusia memang terdapat sisi seorang anak kecil. Lantas yang menjadi pertanyaan saya adalah; apakah sisi seorang anak kecilnya itu sudah ada ukurannya tertentu atau justru variatif ?.

Wacana ini muncul ketika saya berhadapan dengan seseorang kerabat dekat saya yang umurnya hampir menginjak kepala 3. Namun cara pandang serta sikapnya sangat bertolak belakang dengan saya yang bisa dikatakan baru menginjak kepala 2. Dia menghadapi semua masalahnya dengan jalan penuh emosi. Kemudian dia nyaman dengan rasa ketidakmandiriannya. Hal ini merugikan orang- orang yang berada di dekatnya secara fisik, batin, maupun materi. Sudah lebih satu orang yang selalu mengomentari dan memberikan nasehat kepada dia. Tapi sudah bertahun-tahun tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Hal ini membuat saya gemas dan merasa geram. Apa sebenarnya yang dapat membuat dia berubah dan dapat membuat orang-orang disekitarnya merasa nyaman dengannya ?.

Dari lubuk hati saya yang terdalam, saya tidak ingin melihat karma yang nanti terjadi padanya. Karena saya percaya siapa yang menanam perbuatan baik dia akan menuai kebaikan pula dan begitu pun sebaliknya. Saya hanya dapat bersimpuh memohon kepada Yang Maha Kuasa agar diberikan kebaikan dan kedamaian untuk seluruh umat manusia. Karena hanya Tuhan-lah yang mempunyai jawaban atas segalanya.

J

Tidak ada komentar:

Posting Komentar